Pragmatisme Sebagai Landasan Pengembangan Materi Ajar Pendidikan Agama Kristen Yang Berbasis Konteks Lokal : Study Deskriptif kualitatif

Authors

  • Zofar Wilson Ballen STT Arastamar Wamena, Indonesia
  • Rasinus STT Arastamar Wamena, Indonesia
  • Demsi Yanto Sinlae STT Arastamar Wamena, Indonesia
  • Semi Darius Kainara STT Arastamar Wamena, Indonesia
  • Ivo Sastri Rukua STT Arastamar Wamena, Indonesia

Keywords:

Pragmatisme, Materi Ajar, PAK, Konteks Lokal

Abstract

Abstrak

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah kurangnya dasar filosofis yang kuat dalam pengembangan materi ajar Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang relevan dengan konteks lokal, sehingga pembelajaran sering kehilangan daya guna dan keterhubungan dengan realitas hidup peserta didik. Penelitian ini berangkat dari tesis bahwa pragmatisme dapat dijadikan landasan konseptual dalam mengembangkan materi ajar PAK berbasis konteks lokal, karena filsafat ini menekankan pada kebermanfaatan pengetahuan dalam praktik kehidupan nyata. Teori pragmatisme John Dewey dan penerapan pendidikan kontekstual menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal dapat dikonstruksikan ke dalam materi ajar secara sistematis, sehingga pembelajaran menjadi lebih fungsional dan bermakna bagi peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen untuk menggali data empiris dari guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pragmatisme mampu menjembatani nilai-nilai lokal dengan kurikulum nasional serta menghadirkan strategi pengajaran yang relevan dan adaptif. Pembahasan menegaskan bahwa integrasi nilai lokal memperkuat identitas siswa sekaligus meningkatkan relevansi pembelajaran. Kesimpulannya, pragmatisme menjadi pendekatan yang efektif dalam merumuskan materi ajar PAK berbasis konteks lokal. Implikasinya, hasil penelitian ini dapat memperkaya pengembangan kurikulum, memperkuat kapasitas guru, dan mendorong kebijakan pendidikan yang lebih kontekstual.

Downloads

Published

2025-11-28